Selamat berjumpa kembali kawan. Pada hari yang indah ini aku akan menceritakan kehidupan ku pada hari kemarin. Aku mulai dari aktivitas pagi hari. Pada pagi hari tentunya aku sudah bangun sejak pukul tiga, karena sebagai seorang muslim aku menjalankan ibadah sahur untuk berpuasa. Tapi setelah aku bangun pukul tiga, anehnya aku tidur lagi sampai pukul empat. Akibatnya aku pun hanya mempunyai waktu sahur sekitar lima belas menit. Tak apa, yang penting bisa sahur. Lagi pula kalau sahur nya mepet-mepet malah bisa lebih awet kenyangnya, ya kan?
Tapi aku menyadari ini bukanlah perbuatan yang baik karena bisa jadi aku malah tertidur pulas hingga waktu subuh. Jadi jangan meniru ku kawan. Aktivitas selanjutnya setelah sahur adalah shalat subuh. Ramadhan kali ini aku lebih menghabiskan waktu subuh di rumah karena di luar ramadhan aku biasanya jarang ke masjid. Artinya walaupun aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk pergi shalat subuh ke masjid, tetap saja ini hal yang sulit untuk dilaksanakan.
Aku biasa tidur lagi setelah menunaikan ibadah shalat subuh hingga ayah ku membangunkan ku pukul setengah enam. Aku masih terbilang susah untuk dibangunkan. Karena biasanya aku bangun setelah setengah jam dibangunkan, namanya juga anak muda. Aku mandi pukul enam tepat. Setelah mandi, aku masih mempunyai kewajiban untuk mempersiapkan tas ku sekitar lima belas menit.
Aku berangkat dari rumah pukul setengah tujuh. Pada bulan ramadhan ini aku jarang memakai sepeda, biasanya aku diperbolehkan oleh orang tua ku memakai sepeda motor. Tapi setelah ramadhan usai, aku diharuskan untuk memakai sepeda kayuh kembali, sungguh melelahkan. Pada saat mengendarai motor, aku bisa saja memacu kecepatan lebih dari 60 km/jam kalau pada saat-saat genting, semisal bangun terlalu siang. Tapi walaupun begitu, aku masih bisa menjaga peraturan lalu lintas.
Aku menitipkan motor di tempat parkir rumah sakit yang berada di sebelah utara sekolah ku. Teman-teman ku pun juga begitu, kebanyakan dari mereka sudah diperbolehkan memakai sepeda motor. Jenis motor mereka bervariasi, mulai dari motor bebek, hingga motor pria dewasa, bahkan ada-ada saja yang memakai motor tua yang dimodifikasi. Aku dan teman-teman ku biasa berjalan kaki dari rumah sakit hingga sekolah, jaraknya sekitar seratus meter. Kalau tiga menit sebelum masuk sekolah, kami biasa mengadakan balap lari. Maksudnya kami berlari kencang demi mengejar waktu. Bagi yang kalah, mereka akan berurusan dengan pak satpam dan guru bimbingan konseling, setelah itu mereka akan menjadi budak temporer tukang kebun, maksudnya mereka akan diberi hukuman membersihkan taman. Ini sekolah atau perbudakan ya?
Sekian dulu cerita ku kawan, mana ceritamu?
(Berselang sampai Oktober, 2018)
Haha. Aku menertawakan diriku sendiri dalam hati di masa lampau. Memang tidak patut untuk ditiru ya kawan, hehe. Seperti yang sudah ku bilang. Masa lalu (yang buruk) harus segera dilupakan atau dibenahi. Kini kita menjalani hidup yang sekarang. Jadi, go ahead and never stop until it's all over~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar